GIBERELIN
Giberelin atau asam giberelat (GA), merupakan hormon
perangsang pertumbuhan tanaman yang diperoleh dari Gibberella fujikuroi atau
Fusarium moniliforme, aplikasi untuk memicu munculnya bunga dan pembungaan yang
serempak (Misalnya GA3 yang termasuk hormon perangsang pertumbuhan golongan
gas).
Beberapa fungsi giberelin pada tumbuhan sebagai
berikut :
1. Mematahkan dormansi atau hambatan pertumbuhan
tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh normal
(tidak kerdil) dengan cara mempercepat proses pembelahan sel..
2. Meningkatkan pembungaan.
3. Memacu proses perkecambahan biji. Salah satu efek
giberelin adalah mendorong terjadinya sintesis enzim dalam biji seperti
amilase, protease dan lipase dimana enzim tersebut akan merombak dinding sel
endosperm biji dan menghidrolisis pati dan protein yang akan memberikan energi
bagi perkembangan embrio diantaranya adalah radikula yang akan mendobrak
endosperm, kulit biji atau kulit buah yang membatasi pertumbuhan/perkecambahan
biji sehingga biji berkecambah
4. Berperan pada pemanjangan sel.
Peran giberelin pada pemanjangan sel melalui :
A. Peningkatan kadar auxin :
- giberelin akan memacu pembentukan enzim yang
melunakkan dinding sel terutama enzim proteolitik yang akan melepaskan amino
triptofan (prekusor/pembentuk auksin) sehingga kadar auxin meningkat.
- giberelin merangsang pembentukkan polihidroksi
asam sinamat yaitu senyawa yang menghambat kerja dari enzim IAA oksidase dimana
enzim ini merupakan enzim perusak Auxin.
B. giberelin merangsang terbentuknya enzim a-amilase
dimana enzim ini akan menghidrolisis pati sehingga kadar gula dalam sel akan
naik yang akan menyebabkan air lebih banyak lgi masuk ke sel sehingga sel
memanjang.
5. Berperan pada proses partenokarpi. pada beberapa
kasus pembentukan buah dapat terjadi tanpa adanya fertilisasi atau pembuahan,
proses ini dinamai partenokarpi.
1. Giberelin
Giberelin merupakan
hormone yang berfungsi sinergis (bekerja sama) dengan hormone auksin. Giberelin
berpengaruh terhadap perkembangan dan perkecambahan embrio. Giberelin akan
merangsang pembentukan enzim amylase. Enzim tersebut berperan memecah senyawa
amilum yang terdapat pada endosperm (cadangan makanan) menjadi senyawa glukosa.
Glukosa merupakan sumber energy pertumbuhan. Apabila giberelin diberikan pada
tumbuhan kerdil, tumbuhan akan tumbuh normal kembali.
Giberelin juga
berfungsi dalam proses pembentukan biji, yaitu merangsang pembentukan serbuk
sari (polen), memperbesar ukuran buah, merangsang pembentukan bunga, dan
mengakhiri masa dormansi biji. Giberelin dengan konsentrasi rendah tidak
merangsang pembentukan akar, tetapi pada konsentrasi tinggi akan merangsang
pembentukan akar.
Giberelin pertama kali
diisolasi dari jamur Giberrella fujikuroi. Hormone giberelin dapat dibagi
menjadi berbagai jenis, yaotu giberelin A, giberelin A2, dan giberelin A3 yang
memiliki struktur molekul dan fungsi yang sangat spesifik. Misalnya, hormone
giberelin yang satu berpengaruh terhadap pertumbuhan, sedangkan yang alin
berpengaruh terhadap pembentukan bunga.
Komentar
Posting Komentar