NAMA
: ARIF GUNAWAN
NIM
: D1A012006
FAKULTAS :
PERTANIAN/AGROTEKNOLOGI
ZAT PENGATUR TUMBUH
GIBERELIN
1.
Pengertian Giberelin:
Giberelin adalah
zat tumbuh yang sifatnya sama atau menyerupai hormon auksin, tetapi fungsi
giberelin sedikit berbeda dengan auksin. Fungsi giberelin adalah membantu
pembentukan tunas/ embrio, Jika embrio terkena air, embrio menjadi aktif dan
melepaskan hormon giberelin (GA). Hormon ini memacu aleuron untuk membuat
(mensintesis) dan mengeluarkan enzim. Enzim yang dikeluarkan antara lain: enzim
α-amilase, maltase, dan enzim pemecah protein
Enzim tersebut berperan
memecah senyawa amilum yang terdapat pada endosperm (cadangan makanan) menjadi
senyawa glukosa. Glukosa merupakan sumber energy pertumbuhan. Apabila giberelin
diberikan pada tumbuhan kerdil, tumbuhan akan tumbuh normal kembali.
Produksi
giberalin yang paling besar berada pada akar dan daun muda. Meskipun demikian
pangaruh giberelin hanya pada batang dan daun. Pada batang giberelin bersama
auksin merangsang pemanjangan dan pembelahan sel batang. Giberelin juga
berpengaruh pada perkembangan buah. Namun kinerja giberelin harus dibarengi
dengan control auksin. Salah satu contoh pengaplikasian giberelin adalah pada
buah anggur Thompson yang tumbuh besar dan terpisah jauh antara buah yang lain.
Perkecambahan biji juga dipengaruhi oleh giberelin, karena setelah sebuah biji
mengimbibisi air,giberekin akan dibebaskan dan mengakhiri dormansi biji.
1. 2. Rangkaian Kimia Giberelin
Semua giberelin yang
ditemukan adalah senyawa diterpenoid. Semua kelompok terpinoid terbentuk dari
unit isoprene yang memiliki 5 atom karbon (C). Unit-unit isoprene ini dapat
bergabung menghasilkan monoterpene (C-10), sesqueterpene (C-15), diterpene
(C-20), dan triterpene (C-30). Asam diterpenoid disintesis melalui jalur
terpenoid dan dimodifikasi di dalam retikulum endoplasma dan sitosol sampai
menjadi senyawa yang aktif.
Semua molekul giberelin mengandung
‘Gibban Skeleton’. Giberelin dapat dikelompokkan mejadi dua kelompok
berdasarkan jumlah atom C, yaitu yang mengandung 19 atom C dan 20 atom C.
Sedangkan berdasarkan posisi gugus hydroksil dapat dibedakan menjadi gugu
hidroksil yang berada di atom C nomor 3 dan nomor 13.
1.3 Sistem Kerja Giberelin
Sebagian besar tumbuhan
dikotil dan sebagian kecil tumbuhan monokotil akan tumbuh cepat jika diberi GA,
tetapi tidak demikian halnya pada tumbuhan konifer misalnya pinus. Jika GA
diberikan pada tanaman kubis tinggi tanamannya bisa mencapai 2 m.Banyak tanaman
yang secara genetik kerdil akan tumbuh normal setelah diberi GA. Efek giberelin
tidak hanya mendorong perpanjangan batang, tetapi juga terlibat dalam proses
regulasi perkembangan tumbuhan seperti halnya auksin.
Giberelin mempercepat
munculnya tunas di permukaan tanah. Hal ini disebabkan karena GA3 memacu
aktivitas enzim–enzim hidrolitik khususnya α amilase yang menghidrolisis
cadangan pati sehingga tersedia nutrisi yang cukup untuk tunas supaya bisa tumbuh
lebih cepat. Tinggi tanaman tidak dipengaruhi oleh giberelin. Hal ini karena
giberelin diberikan pada umbi bibit sebelum ditanam sehingga pengaruhnya hanya
pada fase awal pertumbuhan yaitu berupa pemacuan pertumbuhan tunas lateral.
Pengaruh tersebut tidak terbawa ke fase pertumbuhan selanjutnya sehingga tinggi
tanaman tidak terpengaruh.
Penggunaan giberelin juga
bisa terjadi menghambat perkecambahan dan pembentukan biji. Hal ini terjadi
apabila giberelin diberikan pada bunga maka buah yang terbentuk menjadi buah
tanpa biji dan sangat nyata mempengaruhi pemanjangan dan pembelahan sel.
1.4 Waktu Pemberian Giberelin
· Pembungaan
Peranan giberelin terhadap pembungaan telah
dibuktikan oleh banyak penelitian. Misalnya penelitian yang dilakukan oleh
Henny (1981), pemberian GA3 pada tanaman Spathiphyllum mauna. Ternyata
pemberian GA3 meningkatkan pembungaan setelah beberapa minggu perlakuan.
· Genetik Dwarsfism
Genetik Dwarsfism adalah suatu gejala kerdil
yang disebabkan oleh adanya mutasi genetik. Penyemprotan giberelin pada tanaman
yang kerdil bisa mengubah tanaman kerdil menjadi tinggi. Sel-sel pada tanaman
keril mengalami perpanjangan (elongation) karena pengaruh giberelin. Giberelin
mendukung perkembangan dinding sel menjadi memanjang. Penelitian lain juga
menemukan bahwa pemberian giberelin merangsang pembentukan enzim proteolitik
yang akan membebaskan tryptophan (senyawa asal auksin). Hal ini menjelaskan
fonomena peningkatan kandungan auksik karena pemberian giberelin.
· Pematangan Buah
Proses pematangan ditandai dengan perubahan
tekture, warna, rasa, dan aroma. Pemberian giberelin dapat memperlambat
pematangan buah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aplikasi giberelin pada
buah tomat dapat memperlambat pematangan buah. Pengaruh ini juga terlihat pada
buah pisang matang yang diberi aplikasi giberelin.
· Perkecambahan
Biji/benih tanaman terdiri dari embrio dan
endosperm. Di dalam endoperm terdapat pati yang dikelilingi oleh lapisan yang
dinamakan ‘aleuron’. Pertumbuhan embrio tergantung pada ketersediaan nutrisi
untuk tumbuh. Giberelin meningkatkan/merangsang aktivitas enzim amilase yang
akan merubah pati menjadi gula sehingga dapat dimanfaatkan oleh embrio.
· Stimulasi aktivitas kambium
dan xylem
Beberapa penelitian membuktikan bahwa
aplikasi giberelin mempengaruhi aktivitas kambium dan xylem. Pemberian
giberelin memicu terjadinya differensiasi xylem pada pucuk tanaman. Kombinasi
pemberian giberelin + auksin menunjukkan pengaruh sinergistik pada xylem.
sedangkan pemberian auksin saja tidak memberikan pengaruh pad xylem.
· Dormansi
Dormansi dapat diistilahkan sebagai masa
istirahan pada tanaman. Proses dormansi merupakan proses yang komplek dan
dipengaruhi banyak faktor. Penelitian yang dilakukan oleh Warner menunjukkan
bahwa aplikasi giberelin menstimulasi sintesis ribonuklease, amulase, dan
proteasi pada endosperm biji. Fase akhir dormansi adalah fase perkecambahan,
giberelin perperan dalam fase perkecambahan ini seperti yang telah dijelaskan
di atas.
1.3.1 Contoh Cara Pemberian Giberelin:
1) Pada
Tanaman Hias
Hormon giberelin dipakai untuk tanaman
hias yang berbunga .Semprotkan pada arah akar dan tunas, tiap 3-4 hari sekali
(3-4 kali saja) saat tanamanhias
diperkirakan sudah akan tumbuh bunganya, Lanjutkan dengan pemupukan.Makatanaman
hias akan cepat tumbuh bunganya.Untuk tanaman padi, melon, kacang-kacangan,
kedelai, kelapa sawit dan lain lainnya, hormonegiberelin disemprotkan
kira-kira umur tanaman tersebut sudah akan mulai keluar buahnya. Semprotkan
hormone giberelin 3-4 hari sekali (3-4
kali saja), dengan pacuan hormon giberelin dan hormonecolchicine untuk merendam bibit, maka tumbuhnya
buah akan lebih besar-besar dan lebih lebat.
Pembentukan bunga pada tumbuhan tergantung
pada beberapa faktor termasuk umur dan keadaan lingkungan. Misalnya
perbandingan siang dan malam sangat berpengaruh pada beberapa spesies. Beberapa
spesies hanya berbunga pada saat lama siang hari melewati titik kritis tertentu
dan lainnya hanya berbunga jika
lamanya siang hari lebih pendek dari krisis tertentu. Giberelin dapat
menggantikan har panjang yang dibutuhkan oleh bebrapa spesies hal ini
menunjukan adanya interaksi dengan cahaya. Giberelin juga mempengaruhi
kebutuhan beberapa spesies
pada saat musim dingin untuk menginduksi pembungaan atau berbunga lebih awal.
2) Buah-Buahan
Untuk tanaman buah
buahan, randam akar cangkokan tanaman pada larutancolchicine-air selama
20-25 menit, kemudian tanam. Lanjutkan dengan pemakainhormone auksin dan
msitokinin. Cara penyemprotannya seperti pada tanaman padi, jagung, melon, kelapa sawit dan sebagainya.
Lanjutkan dengan pemupukan danperawatan. Saat tanaman buah buahan diperkirakan
sudah akan mulai berbuah, pacukeluarnya buah dengan hormongiberelin.caranya Tertibkan penyiraman, hingga banyak tumbuh tunas. Beri kejutan pada tanaman. Dengan tidak menyiramnyabeberapa hari, sehingga daunnya rontok. Kemudian
semprotkan hormone giberelin 3- 4 hari sekali (3-4 kali
saja). Setelah itu pacu dengan penyiraman secukupnya. Makabunga buah-buahan akan cepat tumbuh.
1.3.2 Penggunaan giberelin secara
komersial
Ada sekitar 100 giberelin yang berbeda, tapi
asam giberelat (GA3) adalah bentuk paling sering digunakan untuk aplikasi
komersial. Giberelat asam digunakan untuk mengobati benih beberapa tanaman
pangan karena memicu mereka untuk memecahkan dormansi. Dan hasilnya adalah
perkecambahan biji yang seragam.
Penggunaan lain komersial untuk giberelin
adalah untuk menerapkan tanaman menghasilkan buah tanpa biji. Contoh dari ini
adalah anggur tanpa biji. Aplikasi giberelin juga memungkinkan buah untuk
sepenuhnya matang dengan ukuran yang lebih besar dari biasanya.
Pembuat Beer juga menggunakan giberelin untuk
meningkatkan jumlah gula yang dihasilkan dalam proses malting. Hal ini
menghasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi.
1.4 Fungsi Hormon Giberelin
Fungsi giberelin pada tanaman sangat banyak
dan tergantung pada jenis giberelin yang ada di dalam tanaman tersebut.
Beberapa proses fisiologi yang dirangsang oleh giberelin antara lain adalah
seperti di bawah ini(Davies, 1995; Mauseth, 1991; Raven, 1992; Salisbury dan
Ross, 1992).
1. Mengatasi Kekerdilan Akibat Mutasi (Gnetic Dwafism)
Giberelin merupakan hormon yang mampu
merangsang pertumbuhan secara sinergi, baik bagian batang, akar, maupun daun.
Di dunia pertanian, manfaat giberelin yang penting adalah mengatasi masalah
genetic dwafism atau kekerdilan pada tanaman. Genetic dwafism adalah suatu
gejala yang di sebabkan adanya mutasi. Dengan pemberian giberelin, tanaman yang
tadinya tumbuh kerdil dapat kembali tumbuh normal. Hasil penelitian menunjukan
pemberian giberelic acid pada tanaman kacang menyebabkan tanaman yang kerdil
menjadi tinggi.
2. Membuat Buah Tanpa Biji (Seedless)
Pemberian giberelin bermanfaat dalam proses
parhenocarpy dan fruit set. Parthenocsrpy adalah proses tidak terbentuknya biji
dalam buah. Karena itu , pemberian giberelin bermanfaat dalam proses rekayasa
untuk menghasilkan buah yang tak berbiji. Pemberian giberelin juga bermanfaat
dalam meningkatkan jumlah tandah buah (fruit set) dan meningkatkan hasil buah.
Pemberian giberelin juga dapat menyebabkan buah yang telah di panen tidak cepat
busuk, sehingga lebih tahan lama.
3. Mempercepat Proses Pertumbuhan
Pemberian
giberelin pada fase perkecambahan (Germination) sangat menguntungkan .
Giberelin membantu proses anzimatik untuk mengubah pati menjadi gula yang
selanjutnya di translokasi ke embrio. Gula akan di gunakan sebagai sumber
energi untuk pertumbuhan, sehingga pertumbuhan embrio berlangsung cepat.
Pemberian GA3 dapat meningkatkan aktivitas kambium dan perkembangan xilem
sehingga aktivitas pertumbuhan berjalan lancar dan cepat. Pemberian Giberelin
pada tanaman kacang-kacangan akan memacu pertumbuhan dan mempercepat
perambatan. Begitu juga pada tanaman semangka, mentimun air, dan mentimun yang
di semprot giberelin mengalami perpanjangan batang yang sangat cepat.
4. Mempercepat Proses Pembungaan
Giberelin
berfungsi untuk mempercepat proses pembungaan. Giberelin dapat memenuhi
kebutuhan bunga beberapa jenis tanaman pada musim dingin ketika potosintesis
kurang dan memacu taanaman agar berbunga lebih awal.
5. Meningkatkan Produktivitas
Di Amerika serikat,
Perkebunan anggur telah menggunakan giberelin untuk meningkatkan kerenyahan dan
ukuran anggur. Di Hawai, giberelin digunakan untuk meningkatkan produksi tebu.
Selain itu, giberelin yang disemprotkan ke tanaman seledri menyebebkan tanaman
bertambah panjang, bertambah renyah, produksi meningkat. Penggunaan giberelin
pada tanaman anggur tahan terhadap infeksi cendawan. Penyemprotan giberelin
dilakukan sejak tanaman berbunga dan pada fase pembentukan rangkaian buah.
Penyemprotan giberelin pada buah dan daun jeruk nevel bisa mencegah timbulnya
gangguan pada kulit buah dan menjaga agar kulit tetap kencang selama
penyimpanan.
SUMBER:
Anonymous. 2009. Hormon
Tumbuhan (online). http//:Wikipedia.com. diakses tanggal 25 November 2009
Heddy, Suwasono. 1989. Hormon
Tumbuhan. Jakarta : Rajawali
Salisbury, Frank B. dan Cleon W. Ross. 1992. Fisiologi
Tumbuhan. Bandung : ITB
Wattimena G.A. 1988. Zat
Pengatur Tumbuh Tumbuhan. Bogor : Pusat Antar Universitas IPB.
Zainal Abidin. 1982. Dasar-Dasar
Pengetahuan tentang Zat Pengatur Tumbuh. Bandung : Angkasa
Komentar
Posting Komentar