LAPORAN
PRAKTIKUM
GENETIKA

OLEH
ARIF GUNAWAN
D1A012006
LABORATORIUM
PEMULIAN TANAMAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
JAMBI
JANUARI
2015
EKTRASI DNA
Tujuan
Mahasiswa dapat melakukan ekstraksi DNA beberapa jenis tanaman
Mahasiswa dapat melakukan ekstraksi DNA beberapa jenis tanaman
Prinsip
Teori
Isolasi DNA adalah proses pengeluaran DNA dari tempatnya berada (ekstraksi atau lisis) biasanya dilakukan dengan homogenasi dan penambahan buffer ekstraksi atau buffer lisis untuk mencegah DNA rusak (Yuwono, 2008).
Pada sel eukariotik termasuk tanaman dan hewan bagian terbesar dari DNA berada pada nukleus yaitu organel yang dipisahkan dari sitoplasma dengan membran. Nukleus terdiri dari 90 % keseluruhan DNA seluler. Sisa DNA adalah organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Karena DNA terdapat pada nukleus, maka perlu adanya metode pelisisan sel sampai pemanenan sel. Dimana metode tersebut merupakan bagian dari metode isolasi DNA (Elrod, 2007).
Pemisahan DNA dari materi seluler lainnya merupakan hal yang signifikan dan mengharuskan penyallinan DNA menjadi RNA dan translasi RNA menjadi protein berlangsung dalam kompartemen( ruang ) yang berbeda yaitu secara berturut-turut dalam nucleus dan sitoplasma ( Elrod, 2007 ).
Terdapat organel-organel bermembran ganda di dalam sitoplasma, termasuk mitokondria baik pada tumbuhan maupun hewan. Oleh karena itu perlu dilakukan isolasi DNA pada tanaman dan hewan untuk mengetahui dan mempelajari DNA dari tanaman dan hewan tersebut. Sel eukariotik memiliki DNA lebih banyak, lengkap dengan komponen-komponen lain. DNA tanaman dan hewan tersimpan dalam nucleusyang terbungkus oleh membran. Isolasi DNA merupakan langkah yang tepat untuk mempelajari DNA. Prinsipnya ada dua, yaitu sentrifugasi dan presipitasi.Sentrifugasi merupakan teknik untuk memisahkan campuran berdasarkan berat molekul komponennya. Molekul yang mempunyai berat molekul besar akan berada di bagian bawah tabung dan molekul ringan akan berada pada bagian atas tabung. Hasil sentrifugasi akan menunjukkan dua macam fraksi yang terpisah, yaitu supernatan pada bagian atas dan pelet pada bagian bawah. Presipitasi merupakan langkah yang dilakukan untuk mengendapkan suatu komponen dari campuran (Albert, 1994).
DNA pada makhluk hidup dapat diisolasi secara sederhana. Pengisolasian DNA secara sederhana dapat dilakukan dengan memecahkan dinding sel, membran plasma dan membran inti baik secara mekanik maupun secara kimiawi. Isolasi DNA merupakan suatu teknik yang digunakan untuk memperoleh DNA murni, yaitu tanpa protein dan RNA dari suatu sel dalam jaringan. Pemecahan dinding sel secara mekanik dapat dilakukan dengan pemblenderan atau penggerus menggunakan mortar dan pistil. Sedangkan secara kimiawi dapat dilakukan dengan pemberian detergen. Penambahan sabun cair dan garam dapur adalah untuk melisiskan membran inti untuk mengeluarkan isi inti sel yang berisi DNA (Rachmat, 2012).
Isolasi DNA dapat dilakukan melalui tahapan-tahapan antara lain: preparasi ekstrak sel, pemurnian DNA dari ekstrsk sel dan presipitasi DNA. Meskipun isolasi DNA dapat dilakukan dengan berbagai cara, akan tetapi pada setiap jenis atau bagian tanaman dapat memberikan hasil yang berbeda, hal ini dikarenakan adanya senyawa polifenol dan polisakarida dalam konsentrasi tinggi yang dapat menghambat pemurnian DNA. Jika isolasi DNA dilakukan dengan sample buah, maka kadar air pada masing-masing buah berbeda, dapat memberi hasil yang berbeda-beda pula. Semakin tinggi kadar air, maka sel yang terlarut di dalam ekstrak akan semakin sedikit, sehingga DNA yang terpretisipasi juga akan sedikit (Kirsman, 2010).
Penambahan deterjen dalam isolasi DNA dapat menyebabkan rusaknya membrane sel, melalui ikatan yang dibentuk melalui sisi hidrofobik deterjen dengan protein dan lemak pada membrane membentuk senyawa “lipid protein-deterjen kompleks”. Senyawa tersebut dapat terbentuk karena protein dan lipid memiliki ujung hidrofilik dan hidrofobik, demikian juga dengan deterjen, sehingga dapat membentuk suatu ikatan kimia (Kirsman, 2010).
Isolasi DNA adalah proses pengeluaran DNA dari tempatnya berada (ekstraksi atau lisis) biasanya dilakukan dengan homogenasi dan penambahan buffer ekstraksi atau buffer lisis untuk mencegah DNA rusak (Yuwono, 2008).
Pada sel eukariotik termasuk tanaman dan hewan bagian terbesar dari DNA berada pada nukleus yaitu organel yang dipisahkan dari sitoplasma dengan membran. Nukleus terdiri dari 90 % keseluruhan DNA seluler. Sisa DNA adalah organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Karena DNA terdapat pada nukleus, maka perlu adanya metode pelisisan sel sampai pemanenan sel. Dimana metode tersebut merupakan bagian dari metode isolasi DNA (Elrod, 2007).
Pemisahan DNA dari materi seluler lainnya merupakan hal yang signifikan dan mengharuskan penyallinan DNA menjadi RNA dan translasi RNA menjadi protein berlangsung dalam kompartemen( ruang ) yang berbeda yaitu secara berturut-turut dalam nucleus dan sitoplasma ( Elrod, 2007 ).
Terdapat organel-organel bermembran ganda di dalam sitoplasma, termasuk mitokondria baik pada tumbuhan maupun hewan. Oleh karena itu perlu dilakukan isolasi DNA pada tanaman dan hewan untuk mengetahui dan mempelajari DNA dari tanaman dan hewan tersebut. Sel eukariotik memiliki DNA lebih banyak, lengkap dengan komponen-komponen lain. DNA tanaman dan hewan tersimpan dalam nucleusyang terbungkus oleh membran. Isolasi DNA merupakan langkah yang tepat untuk mempelajari DNA. Prinsipnya ada dua, yaitu sentrifugasi dan presipitasi.Sentrifugasi merupakan teknik untuk memisahkan campuran berdasarkan berat molekul komponennya. Molekul yang mempunyai berat molekul besar akan berada di bagian bawah tabung dan molekul ringan akan berada pada bagian atas tabung. Hasil sentrifugasi akan menunjukkan dua macam fraksi yang terpisah, yaitu supernatan pada bagian atas dan pelet pada bagian bawah. Presipitasi merupakan langkah yang dilakukan untuk mengendapkan suatu komponen dari campuran (Albert, 1994).
DNA pada makhluk hidup dapat diisolasi secara sederhana. Pengisolasian DNA secara sederhana dapat dilakukan dengan memecahkan dinding sel, membran plasma dan membran inti baik secara mekanik maupun secara kimiawi. Isolasi DNA merupakan suatu teknik yang digunakan untuk memperoleh DNA murni, yaitu tanpa protein dan RNA dari suatu sel dalam jaringan. Pemecahan dinding sel secara mekanik dapat dilakukan dengan pemblenderan atau penggerus menggunakan mortar dan pistil. Sedangkan secara kimiawi dapat dilakukan dengan pemberian detergen. Penambahan sabun cair dan garam dapur adalah untuk melisiskan membran inti untuk mengeluarkan isi inti sel yang berisi DNA (Rachmat, 2012).
Isolasi DNA dapat dilakukan melalui tahapan-tahapan antara lain: preparasi ekstrak sel, pemurnian DNA dari ekstrsk sel dan presipitasi DNA. Meskipun isolasi DNA dapat dilakukan dengan berbagai cara, akan tetapi pada setiap jenis atau bagian tanaman dapat memberikan hasil yang berbeda, hal ini dikarenakan adanya senyawa polifenol dan polisakarida dalam konsentrasi tinggi yang dapat menghambat pemurnian DNA. Jika isolasi DNA dilakukan dengan sample buah, maka kadar air pada masing-masing buah berbeda, dapat memberi hasil yang berbeda-beda pula. Semakin tinggi kadar air, maka sel yang terlarut di dalam ekstrak akan semakin sedikit, sehingga DNA yang terpretisipasi juga akan sedikit (Kirsman, 2010).
Penambahan deterjen dalam isolasi DNA dapat menyebabkan rusaknya membrane sel, melalui ikatan yang dibentuk melalui sisi hidrofobik deterjen dengan protein dan lemak pada membrane membentuk senyawa “lipid protein-deterjen kompleks”. Senyawa tersebut dapat terbentuk karena protein dan lipid memiliki ujung hidrofilik dan hidrofobik, demikian juga dengan deterjen, sehingga dapat membentuk suatu ikatan kimia (Kirsman, 2010).
Prinsip – prinsip dalam mengisolasi DNA (Tohib, 2012) :
1. melisis
sel secara fisik, dengan cara penggerusan.
2. pemecahan dinding sel.
3. pemecahan membran sel.
4. pemisahan DNA dari bahan yang lain.
2. pemecahan dinding sel.
3. pemecahan membran sel.
4. pemisahan DNA dari bahan yang lain.
Dalam isolasi DNA, bahan yang kita gunakan biasanya berupa jaringan tumbuhan atau
jaringan hewan, untuk itu langkah pertama yang harus kita lakukan adalah
memecahkan jaringan menjadi sel-sel yang mandiri. Proses dilakukan secara
mekanik atau fisik dengan menumbuk atau menggerus bahan yang akan kita gunakan
dengan mortar atau blender. Kedua adalah memecahkan dinding sel dan membran sel
lapisan pembungkus DNA. struktur utama pembentuk membran dan dinding sel adalah
lemak, untuk itu kita gunakan deterjen dan garam dapur. Kedua bahan ini
digunakan untuk melubangi dan merusak sel sehingga isi inti sel (DNA) bisa
keluar (Tohib, 2012).
Tahap
selanjutnya adalah pemisahan DNA dari bahan yang lain. Pemisahan dilakukan
dengan menggunakan ethanol/alkohol dingin berkonsentrasi 90-95%.
Ethanol/Alkohol tidak melarutkan DNA dan berat jenis alkohol yang lebih ringan
dari air membuat DNA naik dan melayang-layang di permukaan (Tohib, 2012).
CTAB atau Cetyl trimethylammonium bromide merupakan sejenis deterjen yang dapat mendegradasi dinding sel, denaturasi protein, memisahkan karbohidrat, merusak membran sel dan melarutkan DNA. Apabila dinding sel terdegradasi maka semua isi sel dapat keluar termasuk DNA dan dilepaskan ke dalam buffer ekstraksi.Dalam proses isolasi DNA tanaman, penambahan senyawa pereduksi seperti merchaptoetanol dapat mencegah proses oksidasi senyawa fenolik sehingga menghambat aktivitas radikal bebas yang dihasilkan oleh oksidasi fenol terhadap asam nukleat. Merchaptoetanol juga berfungsi untuk melindungi RNA dari senyawa quinon, disulphide, peroksida, poliphenoksidase, dan protein. Proses pemansan pertama bertujuan untuk melarutkan CTAB dan mercaptoetanol. Sedangkan pemanasan yang kedua bertujuan untuk memdegradasi protein dan dinding sel (Tohib, 2012).
Klorofrom dan isoamilalkohol (CIAA) berfungsi untuk mengekstrak dan dan mengendapkan komponen polisakarida di dalam buffer ektraksi yang mengkontaminasi larutan DNA. Pemberian isopropanol dan etanol dilakukan agar terjadi dehidrasi DNA sehingga terjadi presipitasi. Setelah pemberian etanol, pellet yang dipeoleh dikeringanginkan. Hal ini bertujuan untuk mengeringkan pellet dari sisa-sisa buffer maupun etanol.Tahapan terakhir dari ektraksi ini adalah penambahan buffer TE. Buffer TE triselectrophoresisberfungsi untuk melarutkan DNA yangdihasilkan dan menjagaDNA agar tidak mudah rusak. Dalam buffer TE mengandung EDTA atau Ethylene Diamine Tetra Acid yang berfungsi sebagai senyawa pengkelat yang mengikat ion Magnesium, yaitu kofaktor yang diperlukan untuk altivtas berbagai enzim nuclease. Metode ekstraksi DNA dengan CTAB akan menghasilkan pita DNA yang berukuran tebal dan dapat memisahkan DNA dari polisakarida karena adanya perbedaan karakteristik kelarutan (differensial of solubility). Disamping deperoleh fragmen DNA, dengan metode CTAB juga akan diperoleh RNA dengan pita tipis yang terletak jauh berada di bawah pita DNA. Keberadaan pita RNA tergantung bahan yang diekstraksi (Asris, 2010).
Metode ini tidak membutuhkan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan kit. Selain itu, kelebihan dari ektraksi ini adalah pita DNA yangdiproleh lebih tebal bila dibandinglan dengan ektraksi metode fenol dan tanpa fenol. Akan tetapi, dari hasil dengan metode ini masih terdapat pita smear dan DNA yang dihasilkan lebih sedikit daripada ektraksi dengan menggunakan kit. Kendala yang umum terjadi dalam ekstraksi CTAB adalah adanya inhibitor pada inang, rendahnya konsentrasi vius dan pengaruh cara maupun lama waktu penyimpanan (Asris, 2010).
CTAB atau Cetyl trimethylammonium bromide merupakan sejenis deterjen yang dapat mendegradasi dinding sel, denaturasi protein, memisahkan karbohidrat, merusak membran sel dan melarutkan DNA. Apabila dinding sel terdegradasi maka semua isi sel dapat keluar termasuk DNA dan dilepaskan ke dalam buffer ekstraksi.Dalam proses isolasi DNA tanaman, penambahan senyawa pereduksi seperti merchaptoetanol dapat mencegah proses oksidasi senyawa fenolik sehingga menghambat aktivitas radikal bebas yang dihasilkan oleh oksidasi fenol terhadap asam nukleat. Merchaptoetanol juga berfungsi untuk melindungi RNA dari senyawa quinon, disulphide, peroksida, poliphenoksidase, dan protein. Proses pemansan pertama bertujuan untuk melarutkan CTAB dan mercaptoetanol. Sedangkan pemanasan yang kedua bertujuan untuk memdegradasi protein dan dinding sel (Tohib, 2012).
Klorofrom dan isoamilalkohol (CIAA) berfungsi untuk mengekstrak dan dan mengendapkan komponen polisakarida di dalam buffer ektraksi yang mengkontaminasi larutan DNA. Pemberian isopropanol dan etanol dilakukan agar terjadi dehidrasi DNA sehingga terjadi presipitasi. Setelah pemberian etanol, pellet yang dipeoleh dikeringanginkan. Hal ini bertujuan untuk mengeringkan pellet dari sisa-sisa buffer maupun etanol.Tahapan terakhir dari ektraksi ini adalah penambahan buffer TE. Buffer TE triselectrophoresisberfungsi untuk melarutkan DNA yangdihasilkan dan menjagaDNA agar tidak mudah rusak. Dalam buffer TE mengandung EDTA atau Ethylene Diamine Tetra Acid yang berfungsi sebagai senyawa pengkelat yang mengikat ion Magnesium, yaitu kofaktor yang diperlukan untuk altivtas berbagai enzim nuclease. Metode ekstraksi DNA dengan CTAB akan menghasilkan pita DNA yang berukuran tebal dan dapat memisahkan DNA dari polisakarida karena adanya perbedaan karakteristik kelarutan (differensial of solubility). Disamping deperoleh fragmen DNA, dengan metode CTAB juga akan diperoleh RNA dengan pita tipis yang terletak jauh berada di bawah pita DNA. Keberadaan pita RNA tergantung bahan yang diekstraksi (Asris, 2010).
Metode ini tidak membutuhkan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan kit. Selain itu, kelebihan dari ektraksi ini adalah pita DNA yangdiproleh lebih tebal bila dibandinglan dengan ektraksi metode fenol dan tanpa fenol. Akan tetapi, dari hasil dengan metode ini masih terdapat pita smear dan DNA yang dihasilkan lebih sedikit daripada ektraksi dengan menggunakan kit. Kendala yang umum terjadi dalam ekstraksi CTAB adalah adanya inhibitor pada inang, rendahnya konsentrasi vius dan pengaruh cara maupun lama waktu penyimpanan (Asris, 2010).
Bahan
dan Alat
Bahan
dan alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah blender, gelas piala, gelas
ukur, saringan, tabung reaksi, daun manggis, daun bayam, daun terong, daun
cabe, bawang Bombay, garam, deterjen cair, alcohol, dan air.
Langkah
Kerja
1. Siapakan bahan yang akan diblender,
jika pertulangan daun keras maka pertulangan daun dipisahkan dan lembar daun di
potong kecil-kecil. Begitu juga dengan bawang Bombay yang diiris kecil-kecil
2. Blender bahan dengan air secukupnya
dan garam 1/8 sendok teh agar mendapatkan patinya. Jalankan blender kurang
lebih selama 15 detik dengan kecepatan tinggi. Untuk setiap bahan (daun
manggis, daun bayam dan bawang Bombay) diblendar dengan terpisah-pisah
3. Setelah selesai campuran disaring
sebanyak dua kali, untuk memisahkan antara ampas dan cairannya agar mendapatkan
cairan yang murni. Dan cairan tersebut dimasukkan kedalam gelas piala. Lalu
ditambahkan deterjen cair sekitar 2 sendok makan dan gelas piala
digoyang-goyang dengan perlahan hingga tercampur merata dan diamkan selama
10-15 menit
4. Cairan tersebut dimasukkan kedalam
tabung reaksi 1/3 bagian
5. Miringkan tabung reaksi dan
memasukkan cairan alcohol dengan perlahan-lahan melalui dinding rabung reaksi
hingga terlihat lapisan lendir diantara cairan alcohol dan air
6. Perhatikan bagian tersebut karena
bagian tersebut adala DNA.
Hasil dan Pembahasan
Hasil
Dari praktikum yang dilakukan maka didapatkan hasil sebagai berikut :
Hasil
Dari praktikum yang dilakukan maka didapatkan hasil sebagai berikut :
Penyaringan ekstrak daun bayam
Penambahan alkohol pada ektrasi daun bayam

Penyaringan ekstrak daun manggis Daun cabe
Bawang bombay

Daun
Terong Daun bayam Daun
Manggis

Pembahasan
Proses isolasi DNA diawali dengan proses ekstraksi DNA. Pada praktikum isolasi DNA, dilakukan isolasi terhadap beberapa jenis tanaman seperti manggis, bayam, cabe, terong dan bawang bombai.Isolasi DNA ini dilakukan melalui beberapa tahap, Tahap pertama yang dilakukan yaitu penghancuran dengan menggunakan blender atau alat penghalus lain nya seperti di giling beberapa daun tanaman dan bahan yang digunkan yaitu air dingin dan garam, dengan menggunakan blender.
Proses isolasi DNA diawali dengan proses ekstraksi DNA. Pada praktikum isolasi DNA, dilakukan isolasi terhadap beberapa jenis tanaman seperti manggis, bayam, cabe, terong dan bawang bombai.Isolasi DNA ini dilakukan melalui beberapa tahap, Tahap pertama yang dilakukan yaitu penghancuran dengan menggunakan blender atau alat penghalus lain nya seperti di giling beberapa daun tanaman dan bahan yang digunkan yaitu air dingin dan garam, dengan menggunakan blender.
Hal ini
bertujuan untuk memisahkan DNA dengan partikel lain yang tidak diinginkan.
Untuk mengeluarkan DNA dari sel, dapat dilakukan dengan memecahkan dinding sel,
membran plasma dan membran inti. Pengisolasian DNA menggunakan garam dapur
dengan tujuan untuk memekatkan DNA.
Hal ini dapat
terjadi karena ion Na+ yang dikandung oleh garam mampu membentuk
ikatan dengan kutub negative pada ikatan fosfat DNA. Saat ion Na+
garam berikatan dengan fosfat, pada saat itulah DNA akan berkumpul.
Selanjutnya, Penyaringan atau filtrasi dilakukan untuk mengumpulkan cairan kaya
DNA dan memisahkannya dari sisa-sisa bagian jaringan (sel) lain yang tidak
diperlukan, dan Hasil saringan diharapkan banyak mengandung DNA yang akan diuji.
Penambahan
deterjen dalam isolasi DNA dapat dilakukan karena deterjen dapat menyebabkan
rusaknya membran sel, melalui ikatan yang dibentuk melalui sisi hidrofobik
deterjen dengan protein dan lemak pada membran membentuk senyawa ”lipid
protein-deterjen kompleks”. Senyawa tersebut dapat terbentuk karena protein dan
lipid memiliki ujung hidrofilik dan hidrofobik, demikian juga dengan deterjen,
sehingga dapat membentuk suatu ikatan kimia
Penambahan
alcohol pada permukaan larutan betujuan untuk melakukan presipitasi sehingga
DNA yang telah terkumpul tadi mampu memisah dari larutan dan terbentuklah
lapisan-lapisan yang dapat diidentifikasi unsur penyusunnya.
Berdasarkan analisis data yang kami
peroleh terdapat tiga lapisan. Lapisan terbawah adalah filtrat, lapisan tengah
berupa gumpalan-gumpalan seperti ‘jely” yang merupakan DNA, sedangkan lapisan
teratas adalah alkohol yang berwarna bening. Dilihat dari sumber DNA yang
digunakan untuk pengisolasian ini, jenis daun yang digunakan pada dasarnya
tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.
Masing-masing
daun yakni terong, dan bayam, cabai dan, bawang bombai untuk sumber DNA menghasilkan DNA yang berbentuk gumpalan-gumpalan seperti
‘jely” berwarna putih. Namun dalam percobaan pada daun manggis tidak ditemukan
gumpalan berupa jelly ini
karena pada daun manggis menggandung tannin atau lapisan kayu yang menghambat
pemecahan dinding sel pada saat pengaplikasian, sedangkan pada daun yang
lainnya karena teksturnya yang agak lembut jadi penghancuran dan pemisahan DNA
dan dinding sel mudah dilakukan kali ini yang
DNA berhasil dilihat adalah dari daun bayam dan daun cabe DNA yang terlihat sudah lumayan namun masih
sedikit tercampur subtrat sehingga warnanya tidak putih bersih.
Kesimpulan
dan Saran
Dari praktikum yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa
Dari praktikum yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa
·
DNA yang
didapatkan dari daun bayam dan cabe berupa
gumpalan putih meski dalam percobaan ini tidak terlalu putih bersih karena
masih terdapat zat-zat lain.
·
Pada daun manggis tidak ditemukan gumpalan berupa
jelly ini karena pada daun manggis
menggandung tannin atau lapisan kayu yang menghambat pemecahan dinding sel pada
saat penghancuran
·
Dalam ekstraksi
DNA dapat menggunakan garam berperan sebagai ”lysing buffer”, yakni menjaga pH
larutan agar tetap konstan, sehingga diharapkan tidak terjadi denaturasi DNA.
·
Deterjen
berperan Merusak membran sel dan membran inti sehingga DNA yang diinginkan
dapat dikeluarkan dari dalam sel, dan alkohol untuk memisahkan ekstraksi, dan
DNA.
5.2. Saran
Pada saat praktikum,
sebaiknya langkah-langkah kegiatan praktikum dilakukan dengan sesuai dan sangat
hati-hati karena kesalahan yang terjadi dapat mengakibatkan pengaruh yang
kurang baik terhadap hasil. Hal ini terutama dalam penggunaan bahan harus
sesuai dengan aturan yang telah ditentukan dalam petunjuk kegiatan praktikum.
Komentar
Posting Komentar